Wednesday, June 3, 2020

Barang barang lawas, yang masih eksis


Halo semuanya,

Sudah seminggu lebih opor dan rendang memberatkan tubuh saya*hadehhhh. Efek gaada yg berkunjung kerumah semua makanan yg dimasak ibu harus dihabiskan, dan itu tanggung jawab semuanya. Tapi fakta lapangan entah saya kesurupan apa, makanan itu habis oleh saya sendiri*mati kekenyangan. Oke itu lebay..

Beberapa waktu lalu, saya beli radio tape. Radio tape.. yaa radio tape  buat muter kaset pita, memang barang jadul dan antik itu saya beli. Memenuhi hasrat ke-BMan saya. Itung2 juga ngabisin duit THR— walopun saya ngga ada yg ngasih duit. HEUHEUHEU

Ngomongin barang kuno dan jadul, nggak lepas dari masa lalu.. iya masa lalu*nangis di tengah ujan badai 😖 . Masa kecil kita yg dulu 90an hingga awal 2000an tak lepas dari barang tersebut, barang yg di zaman modern ini disebut barang jadul dan antik. Yahh.. walaupun jadul tapi barang2 itu kembali eksis beberapa tahun terakhir. Digandrungi dari muda tua, segala usia. Beberapa juga diperjualbelikan dg harga fantastis, semakin tua semakin mahal. Begitu kiranya..

Apa aja barang jadul yg kembali eksis itu?

1.       Kamera Analog
Kamera analog atau sering disebut dengan kamera film. Ini salah satu barang yang banyak dijualbelikan di olshop2 instagram. Bentuknya yg unik, beda dg kamera digital. Juga proses dan kesan fotografinya beda dg kamera konvensional. Setelah menjepret kita tak bisa langsung menengok gambarnya harus ngabisin satu rol film dulu, abis itu hasil nya di cuci dan dicetak/scan saja di lab film. Menunggu hasilnya pun nggak langsung jadi, bisa berjam2 hingga berhari2. Hasil fotonya pun berbeda dg kamera digital, feelnya dan tone warnanya beda. Lebih ribet dalam proses fotografinya, tapi memang disitulah bagian nagihnya. Harga kameranya pun cukup aman dikantong tergantung keantikan dan fitur yg dimiliki si kamera. Biasanya sih, bapak kita punya tuh kamera yg disimpen dari jaman muda.Coba tanyaa.. siapa tahu nemu harta karun.
Mulai dari 100rban hingga berjuta2.. ada baiknya sih kalau lagi coba2 beli kamera pocket yg murah2 tak terlalu berbeda dg kamera yg lebih mahal. Karena perlu penyesuaian juga dalam pemakaianya, apalagi pemindahan dari digital ke analog.


2.       Motor Tua
Motor tua banyak nih, di setiap kota bahkan ada komunitasnya. Dan hampir semua jenis motor tua ini ada komunitasnya atau semacam forumnya gitu, buat mereka saling sharing tentang motor tsb atau sekedar kopdar. Masih sangat banyak yang punya, seperti seperti Motor tua milik bapak milik saya  atau sekedar membeli dan mengoleksi karya klasik jaman dulu itu. Dan juga menjadi obat untuk motor2 keluaran terbaru yg desainnya semakin tidak karuan dan aneh2. Motor tua ini seperti penawar dan pembeda dijalan raya. Sekaligus nostalgia masa kecil dulu, sambil menikmati matahari sore. Harganya juga beberapa aman di kantong tergantung kondisi si motor, tahun keluaranya dan juga kelengkapannya surat2nya. Mulai dari 5jtan hingga berjuta2.


3.       Piringan Hitam dan Gramofon
Bagi yg masa mudanya hipster pasti nggak bisa lepas dg rilisan fisik yg satu ini. Piringan hitam ini berbentuk bulat, seperti CD*bukan celana dalam, tapi lebih besar berwarna hitam. Tapi diameternya lebih besar yaitu 40cm. Tapi juga membutuhkan juga turntable (pemutar piringan hitam) atau gramofon untuk memainkan piringan hitam tersebut, nggak mungkin dong muter piringan hitam pake kompor, pasti butuh pemuternya. Dan biasanya orang lebih dulu dan membeli turntablenya dahulu sebelum membeli dan mengoleksi piringan hitam itu*yakali punya kaset gaada pemuternya.
Untuk harganya piringan hitam sendiri 300ribuan sampe 5jtan tergantung kelangkaan barang dan popularitas band atau penyanyinya. Buat gramofonya sendiri harganya kisaran 500rban hingga 4jutaan, tergantung kondisi.

4.       Kaset Pita
Kaset pita ini dulu ngetrend banget pada jamannya. Tiap kawula muda pasti punya kaset pita band kesayangannya— kawula muda dulu ya bapak2 muda sekarang, yang baru berusia 30anlah. kayak di film guardian of the galaxy, si Star Lord nyetel musik pake kaset pita sama walkman dibawah itu, pas mau ngambil Power Stone  sebelum kemudian jatuh ke tangan Ronan The Acuser.

Syaratnya sih harus punya tapedeck untuk muter kaset pita ini. Salah satu rilisan fisik dari para musisi yang harganya jaman dulu bisa terjangkau oleh kantong para pelajar ya ini. Satu2nya cara buat dengerin musik sendiri dirumah ya dengan kaset pita ini. Dulu kalo beli itu di pasar malem atau toko kaset kalo nggak pas rilis dan beli ditempat perilisan. Kalo jaman sekarang kaset pita mulai booming kembali, dijual di olshop2 instagram atau di pameran2 musik klasik. Harganya kisaran 20rb sampai hingga jutaan. Tergantung kelangkaan dan popularitas musisi atau band-nya.

5.       Walkman 
Walkman adalah perangkat pemutar musik portable, yang bisa dibawa kemana2. Dengan kekuatan 2 batre AA untuk memutar kaset pita. Walkman ini booming pada tahun 80an*udah tua tapi belom menikah,cie. Ya di era itu Sony mengeluarkan si walkman ini buat orang agar bisa ngedengerin musik lebih pribadi dan bisa dibawa kemana2. Sony ngebuat persperktif dan cara baru orang buat bisa ngederin musik. Bisa sambil olahraga, jalan2, diperjalanan, dll.  Dan menggunakan headphone dan ngetrend pada waktu itu. Era walkman mungkin sedikit memudar dg perkembangan Mp3 tapi, beberapa tahun terakhir si walkman ini kembali eksis. Bersinergi dg kaset pita diatas.
Untuk harga nya si walkman ini kisaran 100rb hingga 1jutaan. Tergantung kondisi dan kelangkaan barangnya juga.

6.       Mobil antik/klasik
Yang klasik ga pernah mati, kata itu mungkin cocok bagi pecinta mobil klasik itu. Pasal dari dulu eksistensi mobil klasik selalu memenuhi pasar. Seperti motor tadi, mobil klasik ini juga memiliki komunitas dan forum2. Bagi yang benar2 cinta dg mobil klasik ini, berapapun harganya diangkut juga.  Umumnya kecintaan mereka kepada mobil ini dari modelnya dan juga bahannya atau materialnya yang lebih kuat dibanding mobil2 keluaran terbaru.
Untuk harga, saya tak usah bicara banyak, anda juga pasti tau sendiri. :D

7.       Radio tape 
Radio tape ini adalah pemutar radio dan juga tapedeck keluar sebelum si walkman tadi keluar.zaman dahulu biasanya radiotape hanya dimiliki oleh satu orang disetiap dusun atau kampung, biasanya petinggi desa atau orang kaya di desa. Orang biasa berbondong2 datang ke tempat pemutaran radio. Hanya untuk mendengarkan berita dari ibukota dan hanya memiliki satu frekuensi saja. Zaman dulu radio adalah satu2nya media informasi digital yang ada. Kalau ada acara besar, Tape nya memutar kaset pitanya untuk meriuhkan suasana.
Tak usah ditanya, sedari dulu eksis hingga sekarang. ditengah modernitas radio selalu enak didengar ketika hati sedang sendu.

Nah itulah beberapa barang jadul yg eksis kembali di zaman sekarang. Memang semua harganya tergantung karena kondisi dan kelangkaan. Karena barang lama dan pasti banyak peminatnya. Rata2 begitu. Dan mungkin kalian tertarik dg barang jadul, siap2 keracunan kalo udah sekali beli. Siapin kantong lebih ya..

Oke that’s all for today teman2. I’il see you next time.

Sunday, May 31, 2020

I quit Instagram, for..


Selamat malam semuanya,

*cek instastory

*scroll...

*scroll..

*tap.. tap..

*scroll..

*balik ke home.

Rutinitas jari2 kecil kita tiap waktu, rutinitas mata melihat sesuatu yang baru. Tiap waktu, tiap hari, tanpa mengenal satuan waktu apapun. Sudah menjadi habit di otak kita, kegatelan jari2 kita dan mata kita terus mencari dan mencari sesuatu namun hanya sebuah bias dan hampa. Tiap waktu sekali waktu kosong sedikit saja, otak kita mendorong untuk membuka smartphone lalu membuka aplikasi itu.

Instagram, aplikasi berbasis foto dan video. Di dalamnya kita dapat mengunggah foto/video kita juga dapat melihat foto dan video dari teman lainnya. Salah satu social media terbesar dan menjadi trend dewasa ini. Semua berlomba2 mempunyai instagram dan memposting foto sesuatu tentang diri sendiri, mulai dari cuplikan video kegiatan harian, foto moment2 penting, foto2 makanan, dll.

Yang sebenarnya hanya untuk pelepas dahaga kebatinan saja.  Jika ditanya secara spesifik untuk apa bermain instagram, kemungkinan jawabanya kurang mengena dan tidak rasional. Hanya kesenangan hampa dan palsu. Lalu semuanya terbuai dalam bias tersebut hingga seseorang menjadi tidak produktif.

Kalian pasti pernah, semisal sedang mengerjakan sesuatu lalu tangan atau pikiran ini gatal untuk membuka handphone kalian yang ditaruh disamping atau disaku, umumnya karena notifikasi pesan masuk lalu layar menyala dan kalian menengoknya. Setelah, menyelesaikan urusan pesan singkat tersebut, pikiran dan tangan kalian pasti gatal dan tertuju pada sebuah aplikasi, bisa instagram, bisa lainnya— kalau saya sih seringnya instagram. Lalu malah asyik dg tampilan dan sajian2 di dalamnya, lupa dg pekerjaan yg sedang dikerjakan dan menundanya. Sering sekali.

Atau,

Mengisi waktu kosong  seperti menunggu antrean, menanti bus, diam dirumah tak ada kerjaan atau istilah jaman sekarang gabut  dg hanya scroll instagram tanpa henti dan dalam waktu lama. Padahal kalian bisa habiskan waktu tersebut dg hal2 yg produktif. Seperti, membaca buku,menulis, ngobrol dg orang disekitar kita, menikmati waktu, bercengkrama dg keluarga. Tanpa harus menengok hal2 yg dikira penting dalam aplikasi tersebut padahal hanya sesuatu yg biasa saja.

Kehidupan menjadi terhenti sejenak, menuruti nafsu mata dan tangan. Padahal bisa saja kita tidak membuka aplikasi tersebut dan melanjutkan hidup. Menyelesaikan pekerjaan yg ada tanpa adanya keterikatan dg hal2 yg semu.

Sulit untuk mengurangi hal tersebut yg sudah masuk menjadi habit, satu2nya cara yaitu menghentikan kebiasaan tersebut, dg menghapus aplikasinya.

Kemarin setelah melihat video psikologi dari chanel youtubenya Mat D'Avella tentang "I quit social media for 30 days"  saya mencoba menerapkanya dalam kehidupan saya, agar menjadi pribadi yang lebih produktif. Mencoba perlahan2  dg menghapus Instagram dari halaman depan ponsel saya*tanpa ragu2.

Pertama2 pasti akan muncul berbagai pertanyaan dan penolakan, tapi lakukanlah dg spontan  jgn hiraukan perasaan anda.

“ehh, tapi kalo gue kelewatan sesuatu gimana?”

Pertanyaan yg menurut saya umum muncul saat pertama tama. Memang, anda akan terasa kelewatan banyak hal tapi sebenarnya itu palsu dan semu. Anda tidak terlewatkan banyak hal. Anda hanya terlambat mengetahui, dan itu tidak salah. Perasaan itu akan muncul dan terasa sangat menyiksa, tapi yakinlah bahwa sebenarnya tidak ada yg salah, hanya gejolak pada hal yang semu saja.
Tak ada alasan yang kuat untuk  terus bermain instagram kecuali untuk bekerja, dan tidak ada salahnya untuk berhenti dari instagram.

Setelah itu anda akan akan terbebas dari banyak hal, waktu yg lebih dapat dimanfaatkan menjadi hal produktif lainnya. Anda mulai tidak hedon dan konsumtif karena lapar mata anda sudah diputus. 
Anda bisa lebih menjadi diri anda sendiri, terbebas dari segala tekanan dan pengaruh social media, dari teman2 anda yg mengunggah hal seru, atau barang2 mewah yang membuat dompet menipis.

Setelah menyelesaikan pesan singkat dg kolega, anda bisa langsung melanjutkan apa yg sedang anda kerjakan atau menjalani hari di dunia nyata tanpa adanya pengaruh social media lainnya.

Mungkin ini menjadi langkah awal saya juga, mengurangi social media yg semakin lama semakin tidak karuan. Tak jelas arahnya kemana. Berisi toxic dan berita palsu. Menjadi produktif dan lebih kreatif hidup dg dunia nyata, menghidupkan nilai2 dan kembali menjadi manusia sosial sepenuhnya.


                                                       thx, and see you next time!

Monday, May 25, 2020

Kehidupan Hari Raya


Lebaran tiba, kemarin satu syawal 1441H. Idul fitri adalah lebaran yang juga berarti hari raya umat islam setelah berpuasa selama sebulan. Lebaran kali ini mungkin sangat berbeda dengan beberapa tahun kebelakang dan ini menjadi sejarah baru lebaran tersepi dan ternglangut dalam hidup saya, bahkan mungkin di hidup kalian semuanya.

Beberapa hari sebelum idul fitri, biasanya orang2 yang ditanah rantau pulang kampung atau mudik, ehh.. tapi saya gatau mana yang benar. Pulang kampung atau mudik? Bikin bingung saja. Biasanya seminggu atau beberapa hari mereka sudah menjadwalkan cuti atau memang sudah ada jatah libur. Lalu pulang ke rumah orang tua di daerah.

Jalan2 nasional dan protokol penuh dipadati kendaraan. Stasiun padat. Bandara berjejal. Terminal bis bekerja maksimal. Pelabuhan silih berganti menyebrangkan orang. Sebegitu riuh dan sebegitu heboh menjelang lebaran.

Malam sebelum idul fitri, biasanya ada takbir keliling. Kampung saya biasanya ikut dan berpartisipasi dalam lomba takbiran yg diadakan. Kemeriahan dan keseruanya nggak semalam itu saja, tapi malam2 sebelumnya juga seru dan riuh mempersiapkan kebutuhan lomba. Berkumpul, gotong royong, membentuk sebuah harmoni kedaerahan jauh dari nafas urban.

Setelah seminggu atau lebih persiapan, malam itu semua siap. Musik dan suara2 takbir digemakan semua bersemangat tak ubahnya genderang perang dibunyikan. Diniatkan untuk syiar dan dakwah. Kostum, maskot, dan koreografi nan indah ditujukan untuk memeriahkan. Setiap masjid kampung semua melakukan hal serupa.

Pagi hari Idul fitri, karena semalaman begadang dan kecapean takbir keliling biasanya para muda seperti saya susah bangun. Bangun untuk shalat id berjamaah di lapangan. Saya dan kedua mas saya biasanya dibangunkan oleh bapak dan ibu, yah.. walaupun ada sedikit cek-cok menghiasi pagi hari yg fitri itu.

Shalat id, di lapangan bersama ribuan orang lainya, ribuan jamaah, ribuan umat islam, dg terus melantunkan takbir, ramai namun menenangkan hati setiap jiwa. Hingga imam menyeru “allauakbar” sebanyak 7 kali, semua diam, khusyu’, hidup dalam diam.

Siang idul fitri, semua keluarga berkumpul entah yg dari perantauan, daerah lain, luar angkasa  negeri atau bahkan daerah konflik. Semua berkumpul  dan bermaaf-maafan menjadi satu dalam suasana haru biru. Sungkeman ditemani suguhan2 kecil membuat lengkap suasana siang itu. 

dan satu lagi tradisi, ujung.
 
Ujung dalam Bahasa Jawa memiliki arti mengunjungi orangtua, keluarga, kerabat, tetangga dan orang-orang yang dihormati lainnya, saling bersalaman, meminta maaf dan memohon doa kebaikan. Tradisi ini memang selalu menjadi momen ditunggu2 terutama bagi para orang tua yg hari2nya sudah mulai kelabu.  Sanak saudara yg datang memberi warna pada hari yang fitri itu. Tak jarang juga tangis pecah, entah karena kerinduan atau keharuan. Hari2 penuh doa dan mendoakan.

Malam idul fitri, seringkali masih ramai. Apalagi dirumah sanak saudara paling tua atau dituakan, seharian itu rumah seperti toko yang silih berganti orang berdatangan. Dan juga makanan2 khas yg itu2 aja tapi selalu bikin kangen.  Seperti opor, rendang, ketupat, tape, emping, bakso.  

Pundi2 uang pun menebal bagi anak2, tawa riang dan senyum manisnya membuat siapapun memberi sedikit rejekinya untuk anak tersebut. 

Itu mungkin rutinitas lebaran, tapi tahun ini mungkin banyak rencana yg pupus. Ditengah kerinduan masal berkumpul dan bermaafan. Lewat layar kaca menyapa keluarga, hidup dalam kedekatan emosional.  

Jarak memang memisahkan tapi ruang dan waktu tak jadi penghalang, untuk maaf yang tulus. 

Tahun ini memang tak seperti tahun2 sebelumnya, karena kehendak alam tak bisa dilawan. Tapi, tuhan memang adil tetap memberi kenikmatan di keterbatasan. Diperantauan mengadu sendu dari kejauhan di kesendirian.Raga masih disini namun hati terkait dalam kerinduan.

Semoga semuanya lekas membaik.
Minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahirbatin.

Thx u till u next time.

 




Saturday, May 23, 2020

Tentang Toleransi


Malem takbiran, semua orang menyambut dg sukacita. Ada yang sukacita karena meraih kemenangan, ada yang sukacita karena terbebas dari puasa.. memang ada dua tipikal manusia menurut saya. Kalo saya bingung mau sedih atau seneng*hmm labil..

Malem ini karena keganasan wabah, terpaksa untuk pertama kalinya malam takbiran saya tak dihiasai oleh gegap gempita takbir keliling. Cuma saya isi dg kumpul dg beberapa teman saya, itupun hanya beberapa saat tapi saya memaknainya. Nggak ada acara besar, kampung saya terasa sepi, ngungun, dan nglangut.

Saya sendiri bisa dibilang jarang punya temen yang soul di kampung, saya kurang bisa berbaur dg mereka disamping itu saya jg punya bapak yang sensitif kalo saya ngumpul di kampung gajelas sampe malem. Disitu saya kadang merasa sedih.

Malem ini, selepas acara bakar2 dirumah mbak Keken, dg 6 orang lainnya mereka pulang lalu saya menghubungi teman saya Litan.. dia adalah penganut agama Non-Is bisa dibilang. Saya wassap dia dan dibalas. Meminta untuk sekedar menemani saya dimalam nglangut ini untuk ngobrol. Setelah menunggu saya di jemput dg motor vario 150 miliknya.. berangkatlah, ngeenggg!!

Berputar2 mencari angkringan dan burjonan yang sepi, sesaat saya nemu tempat yang pas. Di pinggir lapangan luas dihadapan langit cerah dan kerlip bintang. Mulailah perbincangan ngalor ngidul saya, dikelilingi suara takbir yang menggema begitu menyentuh relung hati saya.

Poinya disini.

Menurut saya ini merupakan salah satu kerukunan umat beragama dalam lingkup paling kecil. Dia menghargai saya, dengan ikut merayakan hari raya tanpa merasakan. Bersatu dalam lingkup kecil pertemanan, saling berbagi ruang dan waktu. Tanpa terganggu dengan suara takbir dan hal2 lain menyangkut malam takbiran.

Ditemani kopi hitam dan rokok kretek, perbincangan menjadi semakin hangat dan indah. Keindahan bisa tercipta.

Bayangkan.. bila semua umat beragama bisa seperti itu. Bisa tak ada isu natal, tak ada pembantaian umat minor, dan isu2 intoleran umat beragama. Hidup berdampingan. Menciptakan keindahan, momentum anugerah hidup tertinggi dalam berdampingan hidup beragama. Semua hidup dalam keharmonian. Disitu saya mulai mikir, kalau semua umat beragama bisa seperti ini. Dunia pasti damai.

Apalah arti beragama bila tak menjalin toleransi dan keindahan satu sama lain. Agama adalah keyakinan, kebenaranya terletak pada relung tiap insan manusianya bukan beterbangan di udara. Bila keyakinan akan kebenaran tersebut kita simpan baik2 dalam akal dan pikiran kita intoleransi umat beragama mungkin tak ada.

Dunia ini penuh kegelapan dan agama adalah lampu pijar yg menerangi di kegelapan. Satu lampu pijar akan terang tapi bagaimana dg banyak lampu pijar dihidupkan menjadi satu, pasti akan menyala2 tanpa menyisakan sedikit pun kegelapan. Memberi warna dan harmoni.

Tak ada benar atau salah, jika semua bisa menerima setiap keadaan dengan keindahan, harmoni, dan apa adanya. Benar atau salah hanya opini disimpan baik2 dalam brankas diri. Yg terpenting ialah kebenaran diri bukan pembenaran atas orang lain. Karena setiap diri punya kebenaran masing2.

Teman saya ini termasuk sinar,  menerima dan menemani saya, menerima keadaan hari raya, dan menghormati secaraa penuh atas saya. Sebuah bentuk keindahan dunia. Hanya saja semua ada batas2nya dan saya saling memahami atas batas2 tersbut. Menjaga harmoni agar tetap berjalan, agar dunia perlahan bisa bebas dari isu permasalahan dan intoleransi beragama.

Menjadi impian.